SEKILAS INFO
: - Jumat, 03-12-2021
  • 1 tahun yang lalu / Kompas.com – Peneliti ITB Prediksi Puncak Virus Covid-19 Berakhir April 2020
  • 2 tahun yang lalu / CIREBON – Sukses besar! Itulah ungkapan yang tepat menggambarkan pelaksanaan Festival Budaya Ciledug, yang diselenggarakan oleh Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, dengan mengangkat tema “Dina Budaya Urang Napak, Tina Budaya Urang Ngapak”, Rabu (6/11/2019). Acara yang disupport Disbudparpora Kab Cirebon tersebut benar-benar dibanjiri lautan manusia.
  • 2 tahun yang lalu / “Ayo Bangkit & Berjuanglah Wahai Pemuda Indonesia. Mereka yang bersumpah, kita yang bertugas untuk tidak mengingkarinya. Selamat hari sumpah pemuda”.
Film “Jejak Langkah 2 Ulama”

FILM INI TIDAK AKAN DI PUTAR DI BIOSKOP

Film “Jejak Langkah 2 Ulama” memiliki misi meluruskan posisi dua tokoh Islam Indonesia, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang selama ini dibelokkan seolah olah berseberangan dan berbenturan.

Kiai Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah (1912), ormas Islam yang berdiri 14 tahun lebih tua sebelum kemudian Kiai Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926.

Salah satu poin utama hadirnya film Jejak Langkah 2 Ulama adalah memperkuat persamaan keduanya yang sama sama pernah mengangsu ilmu kepada Kiai Shaleh Darat, Semarang.

“Itu lah kita cari persamaan KH M Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, biar bisa jadi contoh, “ujar Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz saat ditemui di Ponpes Tebuireng.

Saat nyantri kepada Kiai Sholeh, Ahmad Dahlan masih berusia 16 tahun, sementara Hasyim Asy’ari 14 tahun. Dari mata air pengetahuan yang sama dua pemuda yang terkenal cerdas itu menyerap pelajaran ilmu fiqih, tasawuf dan berbagai macam ilmu agama lainnya. Soal kemudian basis umat keduanya berada di kawasan kota dan pedesaan, itu hanya masalah pembagian peran.

Menurut Abdul Hakim, film garapan bersama Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Ponpes Tebuireng, Jombang itu berupaya mengembalikan kisah historis pada tempatnya semula.

Ini juga sekaligus menegasikan upaya sekelompok kecil dan indivisu yang selama ini berusaha membelokkan dengan menempatkan kedua tokoh (Kiai Dahlan dan Kiai Hasyim) seolah olah berseberangan.

Padahal perbedaan amaliyah pengikut Muhammadiyah dan NU yang terus dibesar besarkan itu sebenarnya bersifat furukiyah (hal kecil).

“Ini untuk syiar kita, barangkali selama ini syiar-syiar datang dari mereka. Kita coba untuk menghadirkan kembali bagaimana kehidupan ulama zaman dahulu itu banyak yang dibelokkan kita coba luruskan, “terang Abdul Hakim yang akrab dipanggil Gus Kikin.

Film Jejak Langkah2 Ulama mengambil lokasi syuting di empat tempat, Jogjakarta, Jombang, Kediri dan Bangkalan. Film ini tidak melibatkan aktor dan aktris terkenal. Para pemain sepenuhnya berasal dari kader Muhammadiyah dan NU, termasuk santri, yang sebelumnya melalui proses casting.

Saat ini penggarapan sudah memasuki proses editing. Rencananya, pemutaran film Jejak Langkah2 Ulama tidak dilakukan di gedung bioskop. Tim manajemen bersepakat memutar film secara marathon dari satu pesantren ke pesantren, madrasah, dan organisasi dibawah naungan NU dan Muhammadiyah.

https://jatimplus.id/diputar-marathon-di-komunitas-nu-dan-…/

TINGGALKAN KOMENTAR

Video Terbaru

Data Sekolah

SMP MUHAMMADIYAH CILEDUG

NPSN : 20214761

Jalan Lapangan Ampera No. 35
KEC. Ciledug
KAB. Cirebon
PROV. Jawa Barat
KODE POS 45188
TELEPON -
FAX -
EMAIL smpmuhciledug@gmail.com

Maps Sekolah